-->

Dear Guardiola: Hadapi dengan Senyuman, Begini Soal Badai Cedera Man City hingga Lika-liku Rumah Tangga sang Pelatih

(Instagram.com/@mancity)

KENSURAI
- Skuad asuhan pelatih Pep Guardiola tampak lelah, saat Manchester City kehilangan keunggulan dua gol melawan Brentford di Gtech Community Stadium dalam lanjutan Liga Inggris, pada Rabu, 15 Januari 2025, dini hari WIB.


Man City sempat unggul 2-0 lebih dulu lewat brace Phil Foden di menit (66') dan (78'), namun Brentford membalas lewat gol Yoane Wissa (82') dan Christian Norgaard (90'). Laga Brentford vs Man City itu berakhir imbang, 2-2.


Gelandang serang Man City, Foden mengakui skuadnya mengalami kelelahan dalam laga tandang kontra Brentford.


"Kami terlihat lelah di 20 dan 30 menit terakhir. Kami terlihat lemah dan mereka menekan dan mengirim bola lebih jauh ke kotak penalti. Kami tidak mampu mengatasi fisik di akhir," kata Foden kepada Sky Sports pada Rabu, 15 Januari 2025.


Foden menilai bermain di markas Brentford itu sangat sulit, pemain andalan Guardiola itu merasa lebih senang dengan performa Man City saat masih unggul 1-0.


"Ini adalah salah satu tempat tersulit dan mereka memberi tantangan yang berbeda," terang Foden.


"Saya senang dengan penampilan kami hingga kami unggul 1-0 dan kemudian setelah itu kami kehilangan performa dan kehilangan bola," tandasnya.


Berkaca dari hal itu, performa Man City yang pasang surut di musim 2024-2025 ini pun tergantung dari tangan dingin Guardiola.


Guardiola harus pandai-pandai memasukkan pemain dalam setiap laga ke depan, mengingat badai cedera tengah menimpa klub sekaligus rival sekota dari Manchester United itu.


Getir Badai Cedera Menimpa Man City


Dilansir dari laman resmi Man City, Pep Guardiola menilai cedera sebagai alasan utama di balik anjloknya performa Manchester City. 


Juru taktik asal Spanyol itu tidak menyangka akan menghadapi masalah cedera sebanyak ini.


Getirnya badai cedera membuat klub yang berstatus sebagai juara bertahan Premier League, Man City musim ini harus terseok-seok musim ini. 


The Citizens (sebagai julukan Man City) juga sudah tersingkir dari Piala Liga Inggris atau Carabao Cup. Mereka didepak Tottenham Hotspur di babak keempat.


Terdapat 15 masalah cedera yang memaksa para pemain City menepi minimal dua pekan ke depan. Yang paling parah terjadi kepada Rodri, yang harus absen sampai akhir musim 2024-2025.


Guardiola menyadari cepat atau lambat City harus merombak skuadnya yang sudah menua. 


"Kami tahu di awal musim kalau kami akan punya banyak pemain berusia lebih dari 30 tahun," ujar Guardiola.


"Cepat atau lambat, kami harus melakukannya. Selangkah demi selangkah kami harus berubah," tambahnya.


Berkaca dari keinginan Guardiola yang ingin merombak skuadnya musim depan, kabar miring pun mencuat dari media olahraga kenamaan Spanyol, SPORT yang menyebut sang pelatih itu juga tengah mengalami masalah di ranah pribadinya.


Terkhusus, rumah tangga Guardiola dengan sang istri, Cristina Serra yang harus berakhir dengan perceraian setelah 30 tahun bersama.


Selama Tukangi Man City, Guardiola 'Berjauhan' dengan sang Istri


Di tengah performa Man City yang pasang surut, Guardiola justru harus bercerai dengan istrinya, Cristina sebagaimana dilansir dari SPORT pada Rabu, 15 Januari 2025. 


Guardiola dan Christina telah bersama selama 30 tahun, mereka mulai berkencan pada 1994 ketika Guardiola masih bermain untuk Barcelona, dan menikah pada tahun 2014 silam.


Selama membina rumah tangga, Guardiola dan Cristina dikaruniai tiga anak, yakni Maria dan Valentina, serta anak laki-laki bernama Marius.


Media olahraga asal Spanyol itu menuturkan Guardiola dan Cristina menjalani hubungan jarak jauh alias LDM (long distance marriage) selama sang pelatih menukangi Man City. 


Guardiola tetap di Inggris, sedangkan Christina berada di Spanyol untuk menjalankan perusahaan fesyen keluarganya.


Semula mereka berhasil menjaga rumah tangganya, sebelum akhirnya Christina melayangkan gugatan cerai pada Desember 2024.(*)

LihatTutupKomentar