
(Foto: x.com/SireneOznur)
KENSURAI - Update terbaru, data kebakaran di Los Angeles kini telah menghanguskan lebih dari 10 ribu bangunan sejak api pertama kali muncul pada Selasa, 7 Januari 2025.
Sederet artis top Hollywood yang tinggal di Pacific Palisades juga menjadi korban kebakaran.
Tak hanya Palisades, kawasan elit lainnya yakni Malibu juga luluh lantak.
Rumah Paris Hilton di Malibu jadi salah satu properti yang ikut hangus dalam kebakaran ini.
Masih di kawasan Malibu, rupanya ada satu rumah yang tetap kokoh berdiri di tengah puing-puing bangunan menghitam pasca dilalap si jago merah.
Rumah Milik Mantan CEO Asal Houston
Rumah berwarna putih yang kini ramai di sosial media karena masih tetap berdiri di antara bangunan lain yang ambruk itu milik David Steiner, mantan CEO yang bekerja di Houston.
Dalam penuturannya, Steiner mengatakan kalau ia mengira akan menanggung kerugian usai melihat kondisi sekitar rumahnya.
“Tentu ini semuanya sangat menguras emosi, ketika berpikir kalau (rumah) itu sudah hilang,” ujarnya.
“Kontraktor menonton berita dan melihat rumah tetangga hancur dan dia bilang, ‘Sepertinya rumahmu juga hancur,’” imbuhnya.
Dengan kondisi seperti yang ditampilkan, ia juga berpikir kalau ia kehilangan rumah seperti yang lain.
Namun setelah itu justru ramai liputan berita yang menunjukkan keadaan rumahnya yang masih utuh seperti semula di antara bangunan hangus di sepanjang Pacific Coast Highway.
Rumah yang Tidak Ditempati untuk Sehari-hari
Rumah dengan 4 kamar tidur itu bukan rumah yang ia dan keluarganya tinggali untuk sehari-hari.
Dibeli pada 2015 lalu, rumah itu digunakan saat kedua anaknya berkuliah di area tersebut.
“Kami membeli rumah itu, jadi kalau kami datang mengunjungi mereka, kami punya tempat untuk tinggal,” ucapnya.
Bukan soal keajaiban, Steiner puji arsitektur bangunan rumahnya
Menjadi satu yang selamat dalam kebakaran, Steiner tak mau menyebutnya sebagai keajaiban.
Ia justru berfokus pada arsitektur dan ketahanan bangunannya dalam melawan api saat kebakaran berlangsung di sekitarnya.
“Saya tidak menggunakan kata keajaiban,” kata Steiner.
“Saya mengatakan bahwa ini adalah arsitektur yang hebat, petugas pemadam kebakaran yang berani, dan mungkin sedikit keajaiban,” imbuhnya.
Ia yakin rumahnya memiliki peluang yang lebih baik untuk melawan kebakaran hutan karena desain betonnya, yang menurutnya awalnya dimaksudkan untuk membantu rumah tersebut tahan terhadap gempa bumi.
Ikut bersimpati pada korban kebakaran Los Angeles yang kehilangan rumah
Steiner mengatakan meski rumahnya selamat, ia menyebut kalau ini bukan waktu untuk berbahagia karena menurutnya, dirinya kehilangan sesuatu yang bisa diganti buka nyawa seseorang yang mungkin dialami oleh orang lain.
“Saya tidak punya kenangan di sana, hati saya turut bersimpati pada orang-orang yang kehilangan semuanya,” kata Steiner.
“Saya mendapat pesan dari orang-orang, mengatakan kalau mereka berdoa untuk saya dan prihatin,” lanjutnya.
“Saya bilang, jangan mendoakan saya, saya hanya kehilangan materi, saya kehilangan properti tapi mereka kehilangan rumah di sana,” ucapnya.(*)
